Penjemput
mentor
Hiruk pikuk kehidupan ini tak
menjadi bosan untuk jadi trending topic setiap hari..ingat..manusia emang di
ciptakan dengan banyak mengeluh. Hidup di lingkungan yang tak lagi bisa
mengatasi kebebalan otak ini kiranya begitu menyenangkan kawan…, walaupun otak
bebal tapi hati dan lisan masih setia menemani dengan saling menutupi aib-aib
masing-masing baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang terangan dengan
pertimbangan hukum pidana atau perdatanya menerapkan kaidah-kaidah ushul fiqih
atau kaidah nahwiyah..sungguh bebal!.
Fungsi otak di kehidupanku ini
sangat diprioritaskan, kita masing-masing harus memiliki radar yang paling
canggih, dengan metode informatika yang keren, kemampuan identifikasi yang
rumit, intelegensi yang maksimal, dengan sifat kedetektifan yang sempurna,
…bebal,bebal!.
Menunggu adalah hal yang paling
asyik bukan, dengan beribu aktivitas yang jenius dari otak bebalku ini mampu
menyelesaikan masalah tanpa masalah,..bebal lagi ya!,tapi begitu terdeteksi
sinyal-sinyal lembut yang merayap bagai cicak-cicak di dinding ini, semua radar
di sini langsung siap siaga, begitu benar ini adalah sinyal yang kita tunggu,
semua taat dengan satu komando suara khas manusia pemimpin sukuku dan di ikuti
dentuman klakson mobil canggih yang membahana, semua ayo masuk markas.
Ya,, markas kita adalah ruang
berukuran 5 kali 3 meter yang berisi aku dan 14 temanku yang lain, serta
dementor..oh bukan mentor maksudnya, dasar otak bebal! Yang memberikan siup
siup suaranya yang tetap membuat kita terpesona dan terpana..bagaimana caranya
aku megubah otak bebalku menjadi super jenius ya melebihi mentorku
ini..???.terimakasih pak mentor, engkau sangat berjasa terutama bagi otakku
yang bebal ini. Tanpamu apakah otakku akan terbebas dari kebebalan..???....
(Rara)
(Rara)
Komentar
Posting Komentar