teroris..?


                                                         MUHAMMMAD ILYAS

            Langit begitu panas.awan cerah memancarkan senyumnya kesegala penjuru dunia.kepada pedagang,kepada petani,kepada orang-orang yang berlalu lalang dengan sibuknya ditengah keramaian kota.deretan mobil berjajar,dan mengantri disepanjang jalan.dengan rasa sabar yang sengaja dibuat ,para sopir setia menunggu hingga lampu traffic light berubah menjadi hijau.bunyi suara klakson pun,tak pernah luput terjadi.siang ini,begitu terasa sangat ramai di ibukota.
            Tiga orang berjalan pelan disepanjang rel kereta api.sepi.tak ada siapapun.pedagang asongan yang biasanya lincah menawarkan dagangannya,tak terlihat sama sekali.gerbong-gerbong kereta berjejer,diam,tak bergerak.dan sepi tanpa penumpang.
salah seorang,memakai jilbab hitam.lebar, dan menutup tubuhnya.gamis coklat yang dikenakan begitu indah dan terlihat sangat sederhana.dengan senyumannya,dia menggandeng seorang anak kecil.berumur  5 tahun.
Mereka terus berjalan,menyusuri rel kereta yang masih saja sepi.sudah hampir 1km mereka berjalan.bocah  kecil itu merasa kelelahan dan meminta gendong pada ibunya .segera anak kecil itu dijunjungnya dan didekapkan pada dadanya.silelaki berkopyah,memegang erat tangan istrinya.seolah dia takut terpisah olehnya.
 “tidurlah nak.kau pasti lelah”begitu kata lelaki tersebut.dia adalah ilyas.orang yang sangat disegani dikampungnya.salah seorang yang bersedia dengan ikhlas,mengajari anak-anak mengaji tanpa bayaran sepeserpun.terkadang,orang memintanya untuk memberi petuah dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.mulai dari masalah rumah tangga,masalah ekonomi,dan ada pula anak remaja yang meminta solusi tentang pacarnya.dan dengan baiknya,ilyas menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. mereka manggut-manggut.paham,dan akhirnya menyadari akan kesalahannya.
“ya ustadz,ini memang salah saya.aduh,saya sudah jatuh pada dosa yang besar.bagaimana caranya menghilangkan dosaku ini ustadz?”Tanya seorang pemuda
“bertaubatlah wahai anak muda”jawabnya
…
Dalam keheningan,tiba-tiba terdengar suara letusan.berkali kali.
Dorr.dorr.dorr.
“jangan kabur.berhenti.angkat tangan”teriak polisi dari kejauhan.ilyas beserta istrinya sangat ketakutan.mereka berlari ,mencari tempat untuk berlindung dari tembakan polisi.
“berhenti.berhenti”teriak polisi itu lagi
Bocah kecil dalam gendongan itu terbangun.kaget melihat kedua orangtuanya berlarian.tiba-tiba ilyas tersungkur.dari punggungnya mengalir darah.amalia berhenti.memperhatikan suaminya itu.begitu kagetnya,sehingga dia hanya terdiam menyaksikan suaminya yang tengah sekarat.
“berhenti teroris.berhenti”teriak polisi itu lagi
Telinga amalia seperti tersambar petir.suaminya dituduh teroris?”tidak,ini tidak benar.suamiku adalah laki-laki yang soleh.bukan teroris”teriaknya dalam hati.
Puluhan polisi dengan senjata lengkap,menangkap ilyas yang tengah kesakitan.
“mas ilyas,teriaknya,jangan tangkap suamiku pak.dia bukan teroris.dia laki-laki baik-baik.” Kata amalia sambil menahan air matanya.bocah kecil itu kebingungan.
“adinda,pulanglah.nanti mas yang akan bicara pada mereka.nanti mas akan menjelaskan semuanya.adinda pulanglah.jagalah Muhammad dengan baik.didik dia agar menjadi anak yang baik dan soleh.adinda,berjanjilah padaku”katanya terbata-bata,karena menahan rasa sakit itu.
Dengan paksa,polisi menyeret ilyas tanpa ampun,tanpa rasa kasihan.amalia terus memandanginya,sampai jasad suaminya itu tak terlihat lagi
“abi kenapa mi?”
“gakpapa nak.abi mau kerja dulu.muhammad sama umi aja dirumah ya” jawabnya.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan.rasa payah,menghampiri wanita berusia 22 tahun itu.
            Segera ia memasuki rumah kecilnya.dirumah itulah ,mereka membangun rumah tangganya dengan penuh susah payah.fikiranyya melayang jauh.memikirkan  bagaimana keadaan suaminya disana.sudah shalatkah?sudah makankah?bagimana lukanya?sudah diperbankah?beribu-ribu pertanyaan muncul dalam benaknya.
Terdengar suara hp berdering.ah,hatinya merasa sedikit lega.itu pasti sms dari suaminya.dia memberi kabar tentang keadaannya.dengan segera,wanita itu membuka hpnya.
“MUHAMMAD ILYAS,target selanjutnya gereja disekitar pusat kota.nanti malam .dimulai pukul 22.00 wib tepat.
Dibacanya berkali-kali.dia pun menangis dan istighfar berkali-kali.
(penNurs)

Komentar